Program Ekonomi

Micro-Economy Empowerment Program

Penyandang disabilitas mental di Indonesia tentunya memiliki kesenjangan sosial yang cukup signifikan dan masih menghadapi tantangan dalam memperoleh haknya. Para penyandang disabilitas mental masih mengalami perlakuan diskriminatif, tidak saja dari lingkungan keluarga tetapi juga dari masyarakat maupun Pemerintah. Hambatan-hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas mental didalam berintegrasi dengan masyarakat, seperti hambatan sosial, hambatan kultural dan etnis, maupun hambatan arsitektural, telah menyebabkan para penyandang disabilitas mental tidak memiliki akses hidup sebagaimana layaknya anggota masyarakat lain. Faktor utama mendominasi adalah kelimpahan kemiskinan dalam perekonomian pada peyandang disabilitas mental dimana pada saat ini kebanyakan mereka berada pada umur produktif.

Pembangunan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas mental, mengingat besarnya permasalah kesehatan mental pada penyandang disabilitas maka harus ada peningkatan derajat kesehatan mental dimana Yayasan Sehat Mental Indonesia mengupayakan penerapan pemberdayaan kesejahteraan penyandang disabilitas mental melalui program peningkatan usaha ekonomi skala kecil dan menengah serta mengupayakan pada penanganan pelatihan dan pembinaan kewirausahaan, promosi usaha atau bantuan modal untuk penyandang disabilitas mental yang sudah memiliki usaha sendiri.

Yayasan Sehat Mental Indonesia dalam upaya pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas menggunakan konsep “Disability Inclusive Business” suatu konsep strategi bisnis dengan memasukkan issue bahwa penyandang disabilitas merupakan pelanggan, tenaga kerja, pemberi kerja dan pengusaha merupakan prospek yang potensial untuk diimplementasikan di Indonesia dimana konsep ini menggantikan konsep CSR/Corporate Sosial Responsibility yang konvensional menggunakan pendekatan charity-based, dimana penyandang disabilitas hanya diperlakukan sebagai penerima manfaat.