Makanan Sebagai Sumber Energi dan Pengatur Suasana Hati

Tubuh kita menggunakan energi untuk beraneka ragam fungsi. Bahkan ketika kita tidur, kita menghabiskan jumlah energi yang cukup banyak. Buktinya pada saat kita tidur, jantung kita masih berdetak, paru-paru kita tetap bernafas, ginjal kita tetap bekerja untuk memproduksi urin dan otak kita masih bekerja. Pertanyaannya adalah dari mana semua energi itu berasal?

Jawabannya adalah makanan. Kita mengonsumsi beraneka ragam makanan dan minuman untuk menjalankan berbagai fungsi kehidupan kita sehari-hari. Nah sekarang apakah kamu masih maumelewatkan makan di malam hari agar berat badan turun? Atau apakah kamu masih mau mengorbankan sarapanmu dan menunda makan siangmu hanya demi pekerjaanmu atau belajarmu. Ketika asupan kita kurang, maka percuma saja kita memprioritaskan pekerjaan tanpa memberikan persediaan energi yang cukup banyak untuk memulai aktivitas.

Apa yang kita makan dan minum ternyata tidak saja bermanfaat untuk tubuh, tapi juga berguna untuk kesehatan mental kita. Lalu bagaimanakah cara untuk menjaga kesehatan mental kita melalui gaya makan yang sehat?

  • Makanlah setidaknya tiga kali sehari untuk menjaga gula darah agar tetap konstan. Melewatkan makan, khususnya sarapan bisa menurunkan gula darah dan dapat berdampak pada terganggunya mood (suasana hati) sehingga menyebabkan seseorang menjadi lekas marah dan lelah.
  • Pilihlah makanan dan minuman yang tidak mengandung gula yang tinggi. Perbanyak konsumsi sereal gandum, kacang-kacangan, buah, dan sayuran. Gula yang ada di makanan ini bisa mencegahmu dari mood swing (perubahan susasan hati).
  • Pilihlah makanan yang mengandung protein. Ini juga berguna untuk mencegah mood swing, khususnya pada orang yang mengalami depresi.
  • Makanlah beragam macam makanan untuk memperoleh semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Pastikan kamu mengkonsumsi buah, sayuran, dan protein di setiap menu makan kita.
  • Masukkan ikan ke dalam menu makanan. Studi menunjukkan minyak omega 3 bisa menurunkan gejala pada pasien depresi.
  • Pertahankan berat badan yang ideal. Menurunnya berat badan atau naiknya berat badan secara berlebihan bisa merusak mood dan sebaiknya hal ini dihindari.
  • Pertahankan juga asupan cairan yang sesuai untuk tubuhmu. Jika tidak, kita akan mengalami dehidrasi yang mempengaruhi emosi dan performa kerjamu. Jika kamu merasa mulai lekas marah, susah konsentrasi, dan tidak efisien dalam bekerja, berhentilah sejenak. Minumlah saat itu juga karena tubuhmu mulai kehilangan cairan. Hindari kafein yang berlebihan karena ini bisa meningkatkan tekanan darah, kecemasan, gejala depresi, dan masalah tidur. Sangat disarankan minum air putih 6-8 gelas sehari.
  • Kurangilah konsumsi alkohol karena zat tersebut memiliki efek depresan di otak yang juga bisa merusak mood. Alkohol juga bisa menyebabkan perilaku agresif dan masalah kesehatan mental jangka panjang.
  • Konsumsilah suplemen multivitamin dan mineral. Tapi ingat kamu juga perlu mengonsumsi makanan yang bervariasi dan seimbang.

 

REFERENSI
Harbottle, L. (2015). Healthy eating and depression, how diet helps protect your mental health. Diunduh pada 12 September 2015. www.getselfhelp.co.uk/docs/healthy%20eating%20depression.pdf
Mental Health Foundation (2015). Nutrients table. www.mentalhealth.org.uk/food
Nama Penulis

Penulis: Kitty Ariane S.Psi